Kamis, 26 Juni 2014
JUFRIAH ( Perempuan sakti part 3)
Slow
style , berkacamata , ramah ,dan selalu ceria setidaknya itu yang
terlihat dengan mata telanjang ketika kita melihat sosok dosen kita ibu
jufriah . Dalam kesehariannya beliau selalu beraktivitas di kampus
tempat beliau mengajar dan bekerja . Ketika terjadi ketidaksepahaman
dikampus , terlihat semangat bagai cut nyak dien memerangi belanda .
Segala tenaga dan upaya dikerahkan untuk membantu pergerakan
menuju perubahan lebih baik . Halnya perempuan sakti yang lain , beliau
sangat antusias dan tidak sabaran mendapat sebuah keputusan yang
melegakan . Setidaknya demikian yang terekam diotak saya . Dalam keadaan
yang terbatas ( karena tidak bisa bermotor ) beliau tidak ingin kalah
dalam berperan didalam pergerakan . Sang suami dengan setia menemani
hingga larut senja dalam mengawal pergerakan . Kulihat selalu tersenyum
meski hasil tidak memuaskan , selalu optimis meski seolah tak ada
harapan . Pejuang besar yang tanpa disadari ada disekitar kita dan
sangat patutlah menjadi tauladan para pemuda . Di hari ini banyak sekali
pemuda pecundang yang mencari selamat demi dirinya sendiri . Tak berani
memperjuangkan untuk kebaikan orang banyak , malah membela yang salah .
Seharusnya mereka lebih mampu membuka mata dan tidak buta tuli dengan
ketidakadilan yang ada . Bagaimana nasib bangsa ini ?,kampus ini ? jika
para pemuda penerus bangsa hanya egois mengejar kepentingannya
masing-masing . Miris sekali yang berambisi menjadi Dosen penerus
perempuan sakti kebanyakan adalah pecundang yang tak berani menyuarakan
ketidakadilan hanya demi mengamankan diri sendiri . Semoga selalu ada
generasi perempuan sakti seperti beliau para pejuang ini .
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar