Senin, 05 Juni 2017

Hubungan Antara Lingkungan dan Manusia

Foto Irwansyah Samarata.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup : Hubungan Antara Lingkungan dan Manusia Manusia adalah makhluk yang paling sempurna diantara makhluk di muka bumi ini sehingga manusia mempunyai tanggung jawab terhadap segala isi Bumi. Manusia juga ketika tinggal di sebuah lingkungan harus membutuhkan rasa nyaman. Rasa nyaman ini membuat manusia betah tinggal di komunitasnya karena sehari-hari dia berinteraksi dengan lingkungan tersebut. Untuk itu seharusnya lingkungan tempat tinggal manusia tadi dibuat dan dikelola dengan sebaik mungkin sehingga terjadi keberlangsungan sesama ekosistem yang ada.
Hubungan antara Lingkungan dan Manusia adalah sebagai pengaruh untuk pendukung kehidupan. Beberapa unsur yang menyusun sistem pendukung kehidupan seperti Energi, Geofisika, Biologi, Lingkungan Buatan, dan Unsur sosial. Energi adalah unsur utama dalam sistem pendukung kehidupan dikarenakan energi matahari dikonvensikan menjadi bahan makanan pada tumbuhan dalam proses fotosintesis, berupa energi kimia yang dimanfaatkan oleh tanaman yang bersangkutan atau oleh manusia dan kehidupan lainnya.
Unsur Geofisika termasuk udara, air, dan lingkungan tanah menyusun sub-sistem tersendiri. udara normal yang mengandung 21 % oksigen dan 78 % nitrogen merupakan kodisi yang memungkinkan manusia hidup dengan normal. Air merupakan kebutuhan oleh tanaman, binatang serta manusia. Kelangsungan hidup manusia juga sangat tergantung pada air, baik kebutuhan secara langsung maupun kebutuhan lainnya, seperti pertanian, peternakan, industri, transportasi dll.
Unsur Biologis yang ikut membentuk sistem pendukung kehidupan adalah semua bentuk kehidupan yang bisa dimanfaatkan dalam pemenuhan energi maupun pemanfaatan mikroorganisme dalam berbagai industri, peternakan dan sebagainya, Dalam kehidupan perkotaan sangat tidak mungkin mengandalkan lingkungan hidup secara alami untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya, sehingga perlu lingkungan buatan. Lingkungan buatan ini seperti penyiadaan air bersih, pembuangan sampah, pengolahan makanan, perumahan, tempat kerja, fasilitasi rekreasi, sarana komunikasi dan transportasi. Dalam lingkungan buatan ini sebagai modivikasi lingkungan agar tidak terjadi kesalahan atau dampak negatif yang menambah gangguan lingkungan.

Unsur lingkungan sosial sebagai penunjang dua sisi kehidupan baik diperkotaan maupun dipedesaan yang secara psikologis perlu dibentuk suatu keseimbangan yang saling menguntungkan sehingga tercapai bentuk kehidupan yang berkualitas dalam bentuk kesejahteraan yang adil dan merata. Gangguan lingkungan terhadap manusia ada yang bersifat alami, tetapi banyak pula yang disebabkan oleh kegiatan manusia. Dan banyak sekali gangguan lingkungan terhadap manusia ketika lingkungan mengalami kerusakan maupun pencemaran dan itupun kebanyakan ulah dari manusia sendiri sehingga hal itu terjadi. sebagai contoh membuang sampah tidak pada tempatnya (sembarangan). Dari gangguan tersebut dapat mengakibatkan dampak negativ terhadap manusia seperti Banjir, longsong, gempa bumi dll.
Sehinggal dalam peringatan hari Lingkungan Hidup ini yang diperingati setiap tanggal 5 Juni, semoga dalam tulisan ini bisa memberi kesadaran terhadap masyarakat bahwa hubungan lingkungan hidup dan manusia sangat erat kaitannya. Karena yang membutuhkan bumi adalah manusia itu sendiri, sehingga bumi tidak perlu dijaga. cukup sebagai manusia yang sadar akan pentingnya lingkungan mari kita merawat serta memelihara bumi ini dengan baik sehingga tidak terjadi dampak negativ terhadap manusia. penulis : Irwansyah

Kamis, 02 Maret 2017

Lem sylva peduli sesama



Samarinda 02 maret 2017, Para pengguna jalan di kawasan Simpang Empat, Kota Samarinda, tertegun sejenak saat menunggu lampu merah yang sedang menyala. Penyebabnya, Angota Lem Sylva terlihat menenteng kotak kardus bertuliskan 'peduli sesama' Korban kebakaran.

Anggota Sylva mulawarman itu melakukan aksi penggalangan dana untuk korban kebakaran yang menghanguskan jalan Pemuda beberapa hari yang lalu.

Tidak peduli panas menyengat dan terpaan angin yang minim, para mahasiswi ini tetap bersemangat mengimbau pengguna jalan menyisihkan sedikit uang mereka untuk membantu korban kebakaan.

Senin, 16 Januari 2017

Rekapitulasi Program Kerja Sylva mulawarman Dan UKMF Fahutan unmul

Rekapitulasi program kerja Sylva mulawarman dan UKMF Fahutan Unmul terus diupayakan agar cepat selesai. dimana hasil rekapitulasi akan di ajukan kepada pihak fakultas untuk permohonan pembiayaan kegiatan yang telah disusun oleh Sylva dan UKMF fahutan unmul selam kepengurusan di tahun 2017-2018.



Minggu, 15 Januari 2017

penjadwalan program kerja.

   
      Rapat bersama Sylva Mulawarman dan UKMF Fahutan Unmul. terkait penyusunan jadwal program kerja dan rancangan anggaran biaya selama satu periode, yang di hadiri oleh Forestry Follosif (FF), Maflopa, LDF Musola, Art end Sport, Forestry Magazine (FM), Dewan perwakilan sylva Mulawarman (DPSM), dan Lem Sylva mulawarman. Membahas tentang program kerja selama kepengurusan tahun 2017, yang berisikan agenda
     Rapat penjadwalan program kerja telah dilaksanakan pada
               hari : Minggu
               tanggal : 15 januari 2017
               pukul : 14.00 - 17.00

Selasa, 25 November 2014

Potensi Waduk Kali Bening WIDAS sebagai Pusat Pendidikan Berbasis Lingkungan dan Ekowisata Kabupaten Madiun

Widas Waduk Kali Bening. Dalam keadaan global warming yang dihiasi oleh pandangan gersang gundulnya pemandangan alam nan indah, Widas menjadi salah satu solusi para penikmat alam yang sedang mencari keindahan.

Waduk Widas Kali Bening ini berada pada poros jalan Madiun-Surabaya dan tepatnya berada pada Dusun petung, Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Ditempat wisata yang diresmikan oleh presiden RI kedua Bapak Soeharto ini menawarkan berbagai keindahan yang memanjakan mata para wisatawan. Dipukau dengan hamparan air jernih yang ber background gunung pandan dan kemudian mendapat dukungan pemandangan dari gunung wilis. Sungguh sangat menakjubkan sejauh mata memandang para wisatawan dapat melihat hamparan hutan nan hijau dan indah.

Di Widas wisatawan juga dapat berwisata kuliner dengan andalan menu ikan bakar yang banyak sekali disediakan diwarung-warung binaan perum jasa tirta ini. Permainan untuk anak-anak juga sangat mendukung menjadi sebuah wisata tujuan. Menurut hemat kami, widas juga dapat menjadi pusat pendidikan lingkungan
yang sangat dibutuhkan untuk mencetak generasi bangsa yang mampu mengelola bangsa ini secara berkelanjutan. Basis Ekowisata di kabupaten madiun juga dapat dibangun mulai dari daerah ini. Namun Widas sebagai salah satu tempat wisata sangatlah minim perhatian dari pemerintah daerah tingkat II, tingkat I, maupun pemerintah pusat. Hal ini yang membuat wisata alam Waduk Kali Bening Widas menjadi berjalan ditempat.

Pendidikan atau pembinaan terhadap masyarakat setempat khusunya para pemudanya sangatlah minim. Hal ini menyebabkan banyak pekerja di Waduk Widas mengadopsi dari penduduk desa lain, sehingga fungsi keberadaan Waduk Widas untuk masyarakat setempat sangatlah minim sekali.
Padahal berbicara potensi penduduk asli setempat tidak kalah jika dibanding penduduk dari luar daerah yang telah direkrut oleh perum jasa tirta.
Hubungan antara interaksi pemerintah dengan penduduk seharusnya lebih dibangun dalam pengelolaan Waduk Widas ini. Sehingga memaksimalkan adanya pemanfaat sumber daya yang ada demi mendukung kemakmuran kehidupan masyarakat setempat.

Wacana Waduk Kalibening Widas menjadi pusat pendidikan berbasis lingkungan dan ekowisata Kabupaten Madiun akan dapat tercapai jika pemerintah serius menanggapi hal tersebut dan memanfaatkan masyarakat setempat sebagai pendukung program ini.

Akhir kata, Tiada yang tak mampu kita raih jika kita berikhtiar kepada sang maha kuasa, Yakin Usaha Sampai.

Salam Hisen Mega Sarwanto

Senin, 30 Juni 2014

FORESTRY MAGAZINE FAHUTAN UNMUL TURUN KAMPUNG .

Samarinda - UKMF Forestry Magazine, Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman turun kampung pada tanggal 24 Juni 2014 guna mengajarkan adik-adik kita dari Taman Kanak-Kanak (TK) AL-KAHFI di daerah Lempake tentang bagaimana pentingannya menjaga lingkungan serta cara menanam pohon yang baik dan benar. 
Pada kunjungan kali ini, Forestry Magazine berhasil memberikan cerita motivasi serta pengarah-pengarahan yang berbasiskan tentang lingkungan kepada adik-adik serta guru-guru dari TK tersebut. Di akhir cerita motivasi, mereka diberi games edukatif berupa pertanyaan tentang lingkungan. Adik-adik TK antusias menyambut kunjungan dari Forestry Magazine. Salah satu guru dari TK tersebut dalam sambutannya menuturkan bahwasanya merasa sangat senang mendapatkan perhatian seperti ini. Pasalnya, belum pernah ada acara serupa yang dilakukan di TK tersebut.
Kegiatan kunjungan kali ini ditutup dengan penyerahan bingkisan-bingkisan kado kepada adik-adik
TK oleh Ketua Umum Forestry Magazine.. Ketua Umum Forestry Magazine, Hisen MS mengaku sangat bersyukur karena acara kunjungan untuk penanaman kali ini dapat berjalan dengan lancar tanpa ada halangan yang berarti. Adik-adik TK pun sangat antusias mengikuti serangkaian acara yang telah disiapkan. Di akhir pertemuan, ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara kali ini. Dan untuk ke depannya, Forestry Magazine juga berjanji untuk sering memantau kegiatan di TK ini serta berjanji ingin merenovasi TK ini agar terlihat lebih baik. Untuk itu, mahasiswa Universitas Mulawarman diharap dapat turut andil dalam kegiatan kunjungan sosial selanjutnya. (Forestry Magazine Fahutan Unmul)

Forestry Magazine Selenggarakan Basic Training untuk Kader Jurnalistik


Samarinda – Dunia jurnalistik adalah sebuah dunia yang menarik. Pada kenyataannya seseorang yang berkeci mpung pada dunia ini tidak hanya sekedar mencari berita namun juga harus mampu mencari celah yang menarik yang dapat dibagikan kepada khalayak umum. Oleh karena itu, UKMF (Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas) Forestry Magazine (FM) Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman mengadakan Basic Training pada tanggal 09 Juni 2014. Acara yang dilaksanakan di daerah Lempake yaitu Lembah Hijau, Samarinda ini dikemas dengan suasana santai namun tujuan diadakan acara tetap dapat dicapai.
Acara ini yang dikhususkan untuk kader-kader yang berminat untuk mempelajari langkah awal dalam pengenalan jurnalistik serta yang berminat bergabung menjadi anggota kepengurusan Forestry Magazine itu sendiri. “Karena tidak adanya bantuan dana dari pihak fakultas mungkin acaranya tidak sesuai dengan yang diharapkan, namun hal itu tidak membuat para peserta dan panitia patah semangat” ungkap Gunawan sebagai Ketua Panitia Pelaksana.
"Kalau takut jangan jadi jurnalis.” itulah semboyan yang selalu FM lontarkan guna memberikan semangat kritis bagi para peserta. Manusia memiliki kebebasan dalam berpendapat bahkan hal ini juga turut diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945. Kebebasan ini adalah sebagai bentuk hak yang patut diperjuangkan. Hak yang dimiliki tentu bukan hak yang dapat dijadikan sebagai senjata untuk bertindak semau sendiri tanpa peduli pada hak orang lain karena sesungguhnya hak manusia itu dibatasi oleh hak manusia yang lain.
Batasan sebagai seorang jurnalis dapat dilihat dari kode etik yang dimiliki oleh jurnalis. Kode etik tersebut terdiri dari 11 pasal, yaitu Pasal 1, wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk; Pasal 2, wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik; Pasal 3, wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah; Pasal 4, wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul; Pasal 5, wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan; Pasal 6, wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap; Pasal 7, wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record sesuai dengan kesepakatan; Pasal 8, wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani; Pasal 9, wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk keperluan publik; Pasal 10, wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa; Pasal 11, wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.

Kegiatan ini mengundang pemateri yang juga alumni FM serta dosen-dosen Fakultas Kehutanan yang bersedia hadir meluangkan waktunya untuk memberikan sercecah pengetahuan mereka. Materi-materi yang disampaikan merupakan materi jurnalistik dasar dan tambahan berupa publik speaking serta materi-materi lainnya yang tentunya sangat bermanfaat bagi perserta maupun panitia. (Forestry Magazine Fahutan Unmul)