Kamis, 26 Juni 2014

ERLY ROSITA (Perempuan sakti part 2)

Malam itu mulai senyap dan sunyi . Paska perjuangan yang melelahkan dan seolah kandas tiada berujung di Fakultas Kehutanan .Tak ayal salah satu dari perempuan sakti sebagai pengajar dan sekaligus salah satu pejuang untuk perbaikan kampus adalah Erly Rosita . Kulihat sayup wajah seorang Ibu pengajar yang kukenal sebagai seorang Ibu didik dan pejuang berusaha tegar dihadapan anak didiknya .
Tak hayal aku membaca dari kerut wajahnya yang kecewa karena hasil tak sesuai keinginan . Seolah tidak percaya dengan hasil yang ada , beliaupun duduk lemah . Terlihat tidak terlalu bergairah membicarakan permasalahan kampus . Namun ketika melihat anak didiknya yang cemas ingin mengetahui detail kedudukan perkara , beliau mulai memaksakan senyum diwajahnya . Sembari berkata " Semua pasti ada jalan keluarnya dan kita yang sabar ". Meski aku sangat jelas melihat kekecewaannya , tetapi beliau berusaha tegar dan menguatkan seluruh anak didiknya yang sepemahaman dalam perjuangan . Semua membisu dan terlihat sunyi . Karena rapat senant yang digelar tadi siang mendapati tamu tak diundang dan mengalami deadlock . Akan tetapi beliau selalu memberi kalimat biarpun sedikit itu sudah cukup buat kami .Ketegarannya menguatkanku yang salah satunya mendapatkan badai somasi yang membuatku sangat sulit bergerak . Hingga hari ini kami sudah merasakan nafas sedikit lega , meski pada akhirnya kami masih geram dengan banyak orang yang masih mempertahankan jabatannya dan memotong urat malunya masing-masing demi duniawi .

Perempuan muda terlihat lemah karena tidak mengerti apa yang diperjuangkannya dan selalu berhiporia dengan masa mudanya , Perempuan Berumur terlihat sakti ketika melihat masih menyempatkan waktu demi kebaikan orang banyak meski telah sibuk mengabdi kepada keluarga .
itulah kenapa menurutku seorang ibu lebih bermartabat dibanding seorang gadis yang cerdas .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar