Rekapitulasi program kerja Sylva mulawarman dan UKMF Fahutan Unmul terus diupayakan agar cepat selesai. dimana hasil rekapitulasi akan di ajukan kepada pihak fakultas untuk permohonan pembiayaan kegiatan yang telah disusun oleh Sylva dan UKMF fahutan unmul selam kepengurusan di tahun 2017-2018.
Senin, 16 Januari 2017
Minggu, 15 Januari 2017
penjadwalan program kerja.
Rapat bersama Sylva Mulawarman dan UKMF Fahutan Unmul. terkait penyusunan jadwal program kerja dan rancangan anggaran biaya selama satu periode, yang di hadiri oleh Forestry Follosif (FF), Maflopa, LDF Musola, Art end Sport, Forestry Magazine (FM), Dewan perwakilan sylva Mulawarman (DPSM), dan Lem Sylva mulawarman. Membahas tentang program kerja selama kepengurusan tahun 2017, yang berisikan agenda
Rapat penjadwalan program kerja telah dilaksanakan pada
hari : Minggu
tanggal : 15 januari 2017
pukul : 14.00 - 17.00
Selasa, 25 November 2014
Potensi Waduk Kali Bening WIDAS sebagai Pusat Pendidikan Berbasis Lingkungan dan Ekowisata Kabupaten Madiun
Widas Waduk Kali Bening. Dalam keadaan global warming yang dihiasi oleh pandangan gersang gundulnya pemandangan alam nan indah, Widas menjadi salah satu solusi para penikmat alam yang sedang mencari keindahan. Waduk Widas Kali Bening ini berada pada poros jalan Madiun-Surabaya dan tepatnya berada pada Dusun petung, Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Ditempat wisata yang diresmikan oleh presiden RI kedua Bapak Soeharto ini menawarkan berbagai keindahan yang memanjakan mata para wisatawan. Dipukau dengan hamparan air jernih yang ber background gunung pandan dan kemudian mendapat dukungan pemandangan dari gunung wilis. Sungguh sangat menakjubkan sejauh mata memandang para wisatawan dapat melihat hamparan hutan nan hijau dan indah.
Di Widas wisatawan juga dapat berwisata kuliner dengan andalan menu ikan bakar yang banyak sekali disediakan diwarung-warung binaan perum jasa tirta ini. Permainan untuk anak-anak juga sangat mendukung menjadi sebuah wisata tujuan. Menurut hemat kami, widas juga dapat menjadi pusat pendidikan lingkungan
yang sangat dibutuhkan untuk mencetak generasi bangsa yang mampu mengelola bangsa ini secara berkelanjutan. Basis Ekowisata di kabupaten madiun juga dapat dibangun mulai dari daerah ini. Namun Widas sebagai salah satu tempat wisata sangatlah minim perhatian dari pemerintah daerah tingkat II, tingkat I, maupun pemerintah pusat. Hal ini yang membuat wisata alam Waduk Kali Bening Widas menjadi berjalan ditempat.
Pendidikan atau pembinaan terhadap masyarakat setempat khusunya para pemudanya sangatlah minim. Hal ini menyebabkan banyak pekerja di Waduk Widas mengadopsi dari penduduk desa lain, sehingga fungsi keberadaan Waduk Widas untuk masyarakat setempat sangatlah minim sekali.
Padahal berbicara potensi penduduk asli setempat tidak kalah jika dibanding penduduk dari luar daerah yang telah direkrut oleh perum jasa tirta.
Hubungan antara interaksi pemerintah dengan penduduk seharusnya lebih dibangun dalam pengelolaan Waduk Widas ini. Sehingga memaksimalkan adanya pemanfaat sumber daya yang ada demi mendukung kemakmuran kehidupan masyarakat setempat.
Wacana Waduk Kalibening Widas menjadi pusat pendidikan berbasis lingkungan dan ekowisata Kabupaten Madiun akan dapat tercapai jika pemerintah serius menanggapi hal tersebut dan memanfaatkan masyarakat setempat sebagai pendukung program ini.
Akhir kata, Tiada yang tak mampu kita raih jika kita berikhtiar kepada sang maha kuasa, Yakin Usaha Sampai.
Salam Hisen Mega Sarwanto
Senin, 30 Juni 2014
FORESTRY MAGAZINE FAHUTAN UNMUL TURUN KAMPUNG .
Samarinda - UKMF Forestry Magazine, Fakultas Kehutanan, Universitas
Mulawarman turun
kampung pada tanggal 24 Juni 2014 guna mengajarkan adik-adik kita dari Taman
Kanak-Kanak (TK) AL-KAHFI di daerah Lempake tentang bagaimana pentingannya
menjaga lingkungan serta cara menanam pohon yang baik dan benar.
Pada kunjungan kali ini, Forestry Magazine berhasil memberikan cerita motivasi serta pengarah-pengarahan yang berbasiskan tentang lingkungan kepada adik-adik serta guru-guru dari TK tersebut. Di akhir cerita motivasi, mereka diberi games edukatif berupa pertanyaan tentang lingkungan. Adik-adik TK antusias menyambut kunjungan dari Forestry Magazine. Salah satu guru dari TK tersebut dalam sambutannya menuturkan bahwasanya merasa sangat senang mendapatkan perhatian seperti ini. Pasalnya, belum pernah ada acara serupa yang dilakukan di TK tersebut.
Pada kunjungan kali ini, Forestry Magazine berhasil memberikan cerita motivasi serta pengarah-pengarahan yang berbasiskan tentang lingkungan kepada adik-adik serta guru-guru dari TK tersebut. Di akhir cerita motivasi, mereka diberi games edukatif berupa pertanyaan tentang lingkungan. Adik-adik TK antusias menyambut kunjungan dari Forestry Magazine. Salah satu guru dari TK tersebut dalam sambutannya menuturkan bahwasanya merasa sangat senang mendapatkan perhatian seperti ini. Pasalnya, belum pernah ada acara serupa yang dilakukan di TK tersebut.
Kegiatan
kunjungan kali ini ditutup dengan penyerahan bingkisan-bingkisan
kado kepada adik-adik
TK oleh Ketua Umum Forestry Magazine.. Ketua
Umum Forestry Magazine, Hisen
MS mengaku sangat bersyukur karena acara kunjungan untuk penanaman
kali ini dapat berjalan dengan lancar tanpa ada halangan yang berarti. Adik-adik TK pun sangat antusias
mengikuti serangkaian acara yang telah disiapkan. Di akhir pertemuan, ia
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara kali
ini. Dan untuk ke depannya, Forestry
Magazine juga berjanji untuk sering memantau kegiatan di TK ini serta berjanji
ingin merenovasi TK ini agar terlihat lebih baik.
Untuk itu, mahasiswa Universitas Mulawarman diharap dapat turut
andil dalam kegiatan kunjungan sosial selanjutnya. (Forestry
Magazine Fahutan Unmul)
Forestry Magazine Selenggarakan Basic Training untuk Kader Jurnalistik
Samarinda
– Dunia jurnalistik adalah sebuah dunia yang menarik. Pada kenyataannya
seseorang yang berkeci mpung
pada dunia ini tidak hanya sekedar mencari berita namun juga harus mampu
mencari celah yang menarik yang dapat dibagikan kepada khalayak umum. Oleh
karena itu, UKMF
(Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas) Forestry Magazine (FM) Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman
mengadakan Basic Training pada tanggal 09 Juni 2014. Acara yang dilaksanakan di daerah Lempake yaitu
Lembah Hijau, Samarinda ini dikemas dengan suasana santai namun tujuan diadakan
acara tetap dapat dicapai.
Acara
ini yang dikhususkan untuk kader-kader yang berminat untuk mempelajari langkah
awal dalam pengenalan jurnalistik serta yang berminat bergabung menjadi anggota
kepengurusan Forestry Magazine itu sendiri. “Karena tidak adanya bantuan dana
dari pihak fakultas mungkin acaranya tidak sesuai dengan yang diharapkan, namun
hal itu tidak membuat para peserta dan panitia patah semangat” ungkap Gunawan
sebagai Ketua Panitia Pelaksana.
"Kalau takut jangan jadi jurnalis.” itulah semboyan yang selalu
FM lontarkan guna memberikan semangat kritis bagi para peserta. Manusia
memiliki kebebasan dalam berpendapat bahkan hal ini juga turut diatur dalam
Undang-Undang Dasar 1945. Kebebasan ini adalah sebagai bentuk hak yang patut
diperjuangkan. Hak yang dimiliki tentu bukan hak yang dapat dijadikan sebagai
senjata untuk bertindak semau sendiri tanpa peduli pada hak orang lain karena
sesungguhnya hak manusia itu dibatasi oleh hak manusia yang lain.
Batasan sebagai seorang
jurnalis dapat dilihat dari kode etik yang dimiliki oleh jurnalis. Kode etik
tersebut terdiri dari 11 pasal, yaitu Pasal
1, wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat,
berimbang, dan tidak beritikad buruk; Pasal
2, wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan
tugas jurnalistik; Pasal 3, wartawan
Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak
mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak
bersalah; Pasal 4, wartawan
Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul; Pasal 5, wartawan Indonesia tidak
menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak
menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan; Pasal 6, wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak
menerima suap; Pasal 7, wartawan
Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia
diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo,
informasi latar belakang, dan off the
record sesuai dengan kesepakatan; Pasal
8, wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan
prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras,
warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat
orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani; Pasal 9, wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang
kehidupan pribadinya, kecuali untuk keperluan publik; Pasal 10, wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan
memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf
kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa; Pasal 11, wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi
secara proporsional.
Kegiatan ini mengundang pemateri
yang juga alumni FM serta
dosen-dosen Fakultas Kehutanan yang bersedia hadir meluangkan waktunya untuk
memberikan sercecah pengetahuan mereka. Materi-materi
yang disampaikan merupakan materi jurnalistik dasar dan tambahan berupa publik speaking serta materi-materi lainnya yang tentunya
sangat bermanfaat bagi perserta maupun panitia. (Forestry Magazine Fahutan Unmul)
Kamis, 26 Juni 2014
WIWIN SUWINARTI (Perempuan sakti part 4)
Sederhana
,berjilabab besar berbadan besar ,bersepatu cat, mungkin seperti itulah
deskripsi yang sering di gambarkan mahasiswa ketika menerangkan sosok
perempuan sakti yang juga dosen Wiwin Suwinarti .
Dengan langkah dan senyumnya selalu , beliau mengerahkan segala bentuk bantuan demi perjuangan perbaikan FAHUTAN UNMUL . Kecenderungan terhadap kebenaran mungkin yang membawanya masuk dalam ranah perjuangan demi kampus tempat beliau bekerja . Sangat jarang sekali bisa melihat sosok ibu ini turut campu dalam urusan orang lain . Namun mungkin dianggapnya terlalu keterlaluan dan merugikan orang banyak maka beliaupu turut turun memperjuangkan keadilan yang selama ini diinjak oleh pejabat . Tanpa ketakutan sebagai bawahan dan terlebih memberikan tempat untuk posko perjuangan beliau sangat gigih menggiring perjuangan yang sangat rumit mendapat titik terang . Hari ini mungkin banyak sekali orang yang emlupakan bahwa beliau juga bagian dari perjuangan , akan tetapi perempuan sakti tidak akan pernah menunggu pamrih atau apapun itu . Seorang inspirator yang berjuang tanpa muncul namanya , Itulah yang dapat dikatakan untuk para perempuan sakti .
Dengan langkah dan senyumnya selalu , beliau mengerahkan segala bentuk bantuan demi perjuangan perbaikan FAHUTAN UNMUL . Kecenderungan terhadap kebenaran mungkin yang membawanya masuk dalam ranah perjuangan demi kampus tempat beliau bekerja . Sangat jarang sekali bisa melihat sosok ibu ini turut campu dalam urusan orang lain . Namun mungkin dianggapnya terlalu keterlaluan dan merugikan orang banyak maka beliaupu turut turun memperjuangkan keadilan yang selama ini diinjak oleh pejabat . Tanpa ketakutan sebagai bawahan dan terlebih memberikan tempat untuk posko perjuangan beliau sangat gigih menggiring perjuangan yang sangat rumit mendapat titik terang . Hari ini mungkin banyak sekali orang yang emlupakan bahwa beliau juga bagian dari perjuangan , akan tetapi perempuan sakti tidak akan pernah menunggu pamrih atau apapun itu . Seorang inspirator yang berjuang tanpa muncul namanya , Itulah yang dapat dikatakan untuk para perempuan sakti .
JUFRIAH ( Perempuan sakti part 3)
Slow
style , berkacamata , ramah ,dan selalu ceria setidaknya itu yang
terlihat dengan mata telanjang ketika kita melihat sosok dosen kita ibu
jufriah . Dalam kesehariannya beliau selalu beraktivitas di kampus
tempat beliau mengajar dan bekerja . Ketika terjadi ketidaksepahaman
dikampus , terlihat semangat bagai cut nyak dien memerangi belanda .
Segala tenaga dan upaya dikerahkan untuk membantu pergerakan
menuju perubahan lebih baik . Halnya perempuan sakti yang lain , beliau
sangat antusias dan tidak sabaran mendapat sebuah keputusan yang
melegakan . Setidaknya demikian yang terekam diotak saya . Dalam keadaan
yang terbatas ( karena tidak bisa bermotor ) beliau tidak ingin kalah
dalam berperan didalam pergerakan . Sang suami dengan setia menemani
hingga larut senja dalam mengawal pergerakan . Kulihat selalu tersenyum
meski hasil tidak memuaskan , selalu optimis meski seolah tak ada
harapan . Pejuang besar yang tanpa disadari ada disekitar kita dan
sangat patutlah menjadi tauladan para pemuda . Di hari ini banyak sekali
pemuda pecundang yang mencari selamat demi dirinya sendiri . Tak berani
memperjuangkan untuk kebaikan orang banyak , malah membela yang salah .
Seharusnya mereka lebih mampu membuka mata dan tidak buta tuli dengan
ketidakadilan yang ada . Bagaimana nasib bangsa ini ?,kampus ini ? jika
para pemuda penerus bangsa hanya egois mengejar kepentingannya
masing-masing . Miris sekali yang berambisi menjadi Dosen penerus
perempuan sakti kebanyakan adalah pecundang yang tak berani menyuarakan
ketidakadilan hanya demi mengamankan diri sendiri . Semoga selalu ada
generasi perempuan sakti seperti beliau para pejuang ini .
Langganan:
Postingan (Atom)



