Menjadi
Jurnalis Idealis ala Mahasiswa
JURNALISTIK,
mungkin tidak asing lagi ditelinga kita apabila mendengar kata tersebut,
terlintas dipikiran bahwa kata itu erat kaitannya dengan kegiatan
Ke-Wartawan-an, Penulisan, atau pencarian berita. Bila kita telaah lebih jauh
lagi sejarah jurnalistik bermula pada
zaman romawi kuno masa pemerintahan Kaisar Julius Cesar (100-44 SM). Ketika itu
“Acta Diurna”, yakni papan pengumuman
dipasang di setiap sudut kota, dengan tujuan agar masyarakat mengetahui
perkembangan dan kebijakan kota romawi pada saat itu. Petugas pembuat “acta diurna” itu di sebut “diurnarii”, dalam bahasa inggris disebut
Journalist yang berarti pemberitaan.
Jurnalis
berkembang seiring perkembangan zaman dan teknologi. Tidak hanya berita yang dapat
dilihat dari media cetak, namun juga dengan media sosial melalui akses internet
pun dewasa ini dapat kita nikmati dengan maksimal. Dengan adanya sarana
informasi yang mudah itu masyarakat dituntut pula untuk mengetahui informasi
dengan cepat, apabila ketinggalan informasi tentu akan membuat masyarakat
tersebut menjadi “Ketinggalan Zaman”.
Mahasiswa
sebagai generasi muda penerus bangsa tentunya harus mampu, cepat dan tanggap
dalam menghadapi permasalahan-permasalahan. Namun untuk dapat kritis terhadap permasalahan,
mahasiswa harus menguasai informasi yang ada, dan dapat pula menyampaikannya
dengan baik sesuai dengan karakteristik mahasiswa sebagai Agen Akademisi.
Sebagai
sarana penyampai informasi dikampus-kampus dibentuklah Unit Kegiatan
Kemahasiswaan yang bergerak dibidang jurnalis, Forestry Magazine (FM) salah
satunya. FM yang di ketuai oleh Hisen Mega Sarwanto tahun ini bertujuan agar
kedepannya banyak tercipta kader-kader jurnalis handal yang tetap berpegang
teguh dengan jiwa idealis mahasiswa nya.
Sabtu
19 April lalu merupakan langkah awal FM setelah vakum beberapa waktu. Pelatihan
Jurnalistik yang di selenggarakan FM saat itu bertujuan untuk mengupgrade para personil FM. Acara tersebut
mengundang pemateri yang dulunya merupakan mantan ketua FM dan alumnus
kehutanan 2002 yakni Reonaldus Paembonan. Beliau adalah mantan wartawan Tribun
Kaltim. Sekarang sedang melaksanakan studi di belanda sebagai mahasiswa S3 di
bidang lingkungan. Jabatan yang beliau pegang saat ini yakni Sekjen PPI
(Perhimpunan Pelajar Indonesia) Belanda.
Salam
AAA_FM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar