Selasa, 22 April 2014

BERBAGI DIHARI KARTINI KEPADA PARA PEREMPUAN SUPER PEJUANG LINGKUNGAN



BERBAGI DIHARI KARTINI KEPADA PARA PEREMPUAN SUPER PEJUANG LINGKUNGAN

Pagi itu kuangkat badanku dengan sekuat tenaga  dari tidurku yang sangat pulas sekali karena teringat acara bakti social hari kartini kepada ibu – ibu penyapu jalanan . Kulihat sekeliling masih redup karena waktu masih subuh . Kuambil air wudhu lalu kujalankan sholat subuh . Setelah itu terdengar suara kring – kring , menandakan ada yang memanggi handphone ku . Oh ternyata mini , dengan nada anak kecilnya dia bertanya tentang dimana keberadaan ali . Akupun tergopoh – gopoh menjawabnya sambil memaksaotak agar segera mulai berpikir dimana ali . Pada watu itu aku tidak sedang berada di Kantor Redaksi FM , melainkan di tempat lain . Kujawab dengan fakta karangan bahwa ali sedang di Kantor Redaksi FM . Selanjutnya ku bergegas ganti baju dan segera menuju kantor redaksi FM .
Kunyalakan motorku mio putih tulang yang kumiliki sejak tahun 2010 lalu ku gas hingga berjalan .
Sesampainya disana pelan – pelan aku masuk ke dalam ruangan .Waktu itu menunjukkan pukul 05.47 wita. Terlihat ada rita lagi mendengarkan music jadul tahun 80- 90 an yang khas kegemaran dia ,kulihat juga bungkusan – bungkusan sembako sudah siap juga  untuk didistribusikan dan mereka yang masih tidur bagaikan ikan asin , atau lebih jelasnya seperti pengungsi korban bencana banjir . Lalu kubangunkan mereka dengan sedikit teriakan dan beberapa respon kekesalan akibat terkejut . Sembari menunggu yang lain yang masih di jalan akupun merebahkan diriku sambil mendengar lantunan music yang aku tidak tahu siapa penyanyinya .
Selang bebereapa lama , shofat da nana datang . Kamipun bergegas siap- siap dan membagi bingkisan kebeberapa motor . Rencana sudah fix dan akhirnya kami membagi territorial penyebaran bingkisan kepada ibu-ibu penyapu jalanan . Mungkin karena aku kurang memperhatikan brifing makanya aku kebingungan . Aku belum ada pasangan seperti yang lain . Lalu aku mulai meraih Handphone dan mencari – cari kontak neng novi . Kutelpon dia dan ternyata pada waktu itu dia baru bangun. Kuberitahukan ke dia bahwa 10 menit lagi kujemput . Dengan nada agak protes karena waktu yang kuberikan terlalu sedikit dia menyanggupi . Dengan membawa 3 bingkisan aku menuju ke kontrakan neng novi . Sesampainya disana aku melihat ada beberapa anjing yang sedang senam pagi di depan kontrakan . Kutelpon dia namun ak diangkat , masih siap – siap pikirku . Ingin kusempatkan kencing karena tertahan dari tadi rasa ingin kencingku , kucari semak – semak sekitar situ dan kudapatkan sekumpulan perdu pisang . Aku menuju kearah perdu pisang tersebut . Namun tak kusangka para anjing menggonggong . Mungkin mereka berpikir aku akan maling sesuatu . Kuurungkan niatku untuk kencing dan kufokuskan untuk menunggu neng novi saja . Setelah dia dating kami ngobrol sedikit dan akhirnya kami berangkan memburu para ibu penyapu jalanan .
Kami sedikit kebingungan mau ke arah mana beroprasi . Kami memutuskan keliling di areal jalan M.Yamin . Laju motorku kusengajakan pelan agar bisa melihat  keberadaan ibu- ibu pejuang tersebut .Kulihat seberang jalan simpang pramuka ada 1 lalu kulanjut , didepan salah satu dealer ada 1 , dan selanjutnya kulihat ada lagi seorang ibu penyapu didepan masjid pelayaran . Aku hentikan motorku neng turun dengan membawa kamera HP ku. Kulontarkan beberapa pertanyaan dan sepertinya ibu yang berlogat suku banjar ini merasa terganggu karena belum tau apa maksud kami . Setelah bertanya aku ambilkan satu bingkisan dan kuutarakan maksud kami kepadanya . Nah baru dia tersenyum sedikit ,dan kuajak berfoto sekalian ngeksis . Lalu kami lanjutkan perjalanan dan mendapati ibu kedua yang sedang duduk . Dengan sumringah ibu ini menyambut kami dan akhirnya kami utarakan maksud sembari memberikan bingkisan tersebut . Ibu yang ketiga ini hamper membuat aku meneteskan air mata , ketika aku Tanya kulihat wajahnya sangat letih , dan setelah kuutarakan maksud kami , dia sepertinya terharu dan kulihat matanya berkaca-kaca . Aku sempatkan berfoto dengan beliau .
Sebenarnya kegiatan ini bermaksud untuk memberikan penghargaan kepada ibu-ibu pejuang dihari kartini ini . Mereka rela bangun pagi dan berangkat ke jalanan untuk menyapu jalanan sepanjang 1 kilometer setiap harinya . Dan seperti biasanya dengan cueknya kita hanya berlalu lalang tanpa ada suatu rasa terima kasih kepada mereka . Pejuang lingkungan sekaligus perempuan super itulah yang saya rasa pantas diberikan kepada mereka . 

Salam HMS FM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar