BERBAGI DIHARI KARTINI KEPADA PARA
PEREMPUAN SUPER PEJUANG LINGKUNGAN
Pagi
itu kuangkat badanku dengan sekuat tenaga
dari tidurku yang sangat pulas sekali karena teringat acara bakti social
hari kartini kepada ibu – ibu penyapu jalanan . Kulihat sekeliling masih redup
karena waktu masih subuh . Kuambil air wudhu lalu kujalankan sholat subuh .
Setelah itu terdengar suara kring – kring , menandakan ada yang memanggi
handphone ku . Oh ternyata mini , dengan nada anak kecilnya dia bertanya
tentang dimana keberadaan ali . Akupun tergopoh – gopoh menjawabnya sambil
memaksaotak agar segera mulai berpikir dimana ali . Pada watu itu aku tidak
sedang berada di Kantor Redaksi FM , melainkan di tempat lain . Kujawab dengan
fakta karangan bahwa ali sedang di Kantor Redaksi FM . Selanjutnya ku bergegas
ganti baju dan segera menuju kantor redaksi FM .
Kunyalakan motorku mio putih tulang yang kumiliki sejak tahun 2010 lalu ku gas hingga berjalan .
Kunyalakan motorku mio putih tulang yang kumiliki sejak tahun 2010 lalu ku gas hingga berjalan .
Sesampainya
disana pelan – pelan aku masuk ke dalam ruangan .Waktu itu menunjukkan pukul
05.47 wita. Terlihat ada rita lagi mendengarkan music jadul tahun 80- 90 an
yang khas kegemaran dia ,kulihat juga bungkusan – bungkusan sembako sudah siap
juga untuk didistribusikan dan mereka
yang masih tidur bagaikan ikan asin , atau lebih jelasnya seperti pengungsi
korban bencana banjir . Lalu kubangunkan mereka dengan sedikit teriakan dan
beberapa respon kekesalan akibat terkejut . Sembari menunggu yang lain yang
masih di jalan akupun merebahkan diriku sambil mendengar lantunan music yang
aku tidak tahu siapa penyanyinya .
Selang
bebereapa lama , shofat da nana datang . Kamipun bergegas siap- siap dan
membagi bingkisan kebeberapa motor . Rencana sudah fix dan akhirnya kami
membagi territorial penyebaran bingkisan kepada ibu-ibu penyapu jalanan .
Mungkin karena aku kurang memperhatikan brifing makanya aku kebingungan . Aku
belum ada pasangan seperti yang lain . Lalu aku mulai meraih Handphone dan
mencari – cari kontak neng novi . Kutelpon dia dan ternyata pada waktu itu dia
baru bangun. Kuberitahukan ke dia bahwa 10 menit lagi kujemput . Dengan nada
agak protes karena waktu yang kuberikan terlalu sedikit dia menyanggupi .
Dengan membawa 3 bingkisan aku menuju ke kontrakan neng novi . Sesampainya
disana aku melihat ada beberapa anjing yang sedang senam pagi di depan
kontrakan . Kutelpon dia namun ak diangkat , masih siap – siap pikirku . Ingin
kusempatkan kencing karena tertahan dari tadi rasa ingin kencingku , kucari
semak – semak sekitar situ dan kudapatkan sekumpulan perdu pisang . Aku menuju
kearah perdu pisang tersebut . Namun tak kusangka para anjing menggonggong .
Mungkin mereka berpikir aku akan maling sesuatu . Kuurungkan niatku untuk
kencing dan kufokuskan untuk menunggu neng novi saja . Setelah dia dating kami
ngobrol sedikit dan akhirnya kami berangkan memburu para ibu penyapu jalanan .
Kami
sedikit kebingungan mau ke arah mana beroprasi . Kami memutuskan keliling di
areal jalan M.Yamin . Laju motorku kusengajakan pelan agar bisa melihat keberadaan ibu- ibu pejuang tersebut .Kulihat
seberang jalan simpang pramuka ada 1 lalu kulanjut , didepan salah satu dealer
ada 1 , dan selanjutnya kulihat ada lagi seorang ibu penyapu didepan masjid
pelayaran . Aku hentikan motorku neng turun dengan membawa kamera HP ku.
Kulontarkan beberapa pertanyaan dan sepertinya ibu yang berlogat suku banjar
ini merasa terganggu karena belum tau apa maksud kami . Setelah bertanya aku
ambilkan satu bingkisan dan kuutarakan maksud kami kepadanya . Nah baru dia
tersenyum sedikit ,dan kuajak berfoto sekalian ngeksis . Lalu kami lanjutkan
perjalanan dan mendapati ibu kedua yang sedang duduk . Dengan sumringah ibu ini
menyambut kami dan akhirnya kami utarakan maksud sembari memberikan bingkisan
tersebut . Ibu yang ketiga ini hamper membuat aku meneteskan air mata , ketika
aku Tanya kulihat wajahnya sangat letih , dan setelah kuutarakan maksud kami ,
dia sepertinya terharu dan kulihat matanya berkaca-kaca . Aku sempatkan berfoto
dengan beliau .
Sebenarnya
kegiatan ini bermaksud untuk memberikan penghargaan kepada ibu-ibu pejuang
dihari kartini ini . Mereka rela bangun pagi dan berangkat ke jalanan untuk
menyapu jalanan sepanjang 1 kilometer setiap harinya . Dan seperti biasanya
dengan cueknya kita hanya berlalu lalang tanpa ada suatu rasa terima kasih
kepada mereka . Pejuang lingkungan sekaligus perempuan super itulah yang saya
rasa pantas diberikan kepada mereka .
Salam
HMS FM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar